Integrating Spiritual and Moral Development Through the Tahfidz Program: A Holistic Educational Model

Authors

  • Bail Miya Turrohma Ahmad Dahlan Institute of Probolinggo
  • Benny Prasetiya Ahmad Dahlan Institute of Probolinggo
  • Anirut Nuplord Maejo University Chumphon
Tahfidz Program, Spiritual Development, Moral Education, Holistic Learning Model, Islamic Boarding School

This study explores the integration of spiritual and moral development within the tahfidz (Quran memorization) program as a holistic educational model. It examines how structured memorization routines, meaning-based learning, and mentoring practices contribute to students’ spiritual awareness, moral discipline, and character formation, while identifying factors that influence memorization stability. Using a qualitative field research design, data were collected through observations, in-depth interviews, and documentation involving students, teachers, and program administrators. The findings show that consistent recitation practices, intensive guidance, and understanding the meanings of verses significantly strengthen emotional regulation, ethical behavior, and internalized Quranic values. However, academic pressure, mental fatigue, and fluctuating motivation remain obstacles that affect retention quality. The study highlights the novelty of conceptualizing tahfidz as a multidimensional learning process that integrates cognitive mastery with spiritual–moral cultivation. It concludes that a holistic tahfidz model effectively enhances discipline, resilience, and moral integrity, shaping students into spiritually grounded individuals capable of applying Quranic teachings in daily life.

Penelitian ini mengkaji integrasi pengembangan spiritual dan moral dalam program tahfidz Al-Qur’an sebagai model pendidikan holistik. Studi ini menganalisis bagaimana rutinitas hafalan yang terstruktur, pembelajaran berbasis pemahaman makna, dan pendampingan intensif berkontribusi terhadap kesadaran spiritual, kedisiplinan moral, dan pembentukan karakter santri, sekaligus mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi stabilitas hafalan. Menggunakan desain penelitian lapangan kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan melibatkan santri, guru, dan pengelola program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsistensi muraja’ah, bimbingan berkesinambungan, serta pemahaman makna ayat mampu memperkuat pengendalian emosi, perilaku etis, dan internalisasi nilai-nilai Al-Qur’an. Namun, tekanan akademik, kelelahan mental, dan motivasi yang fluktuatif tetap menjadi kendala dalam menjaga kualitas hafalan. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemaknaan tahfidz sebagai proses pembelajaran multidimensi yang mengintegrasikan aspek kognitif, spiritual, dan moral. Studi ini menyimpulkan bahwa model tahfidz holistik efektif memperkuat disiplin, ketangguhan, dan integritas moral santri. 

2025-12-05
2025-12-05

How to Cite

“Integrating Spiritual and Moral Development Through the Tahfidz Program: A Holistic Educational Model”. Journal of Islamic Education Research 6, no. 4 (December 5, 2025): 479–492. Accessed January 16, 2026. https://jier.uinkhas.ac.id/index.php/jier/article/view/527.

Similar Articles

21-30 of 118

You may also start an advanced similarity search for this article.